Visi | Misi | Tujuan STP Trisakti

VISI

Menjadi Perguruan Tinggi Pariwisata Berkualitas Global dan Pusat Unggulan (Center of Excelence) Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitaliti.


MISI

Untuk mewujudkan cita-citanya sebagaimana dirumuskan dalam Visi di atas, 4 (empat) Misi Utama akan diemban oleh STP Trisakti selaku lembaga pendidikan tinggi, yaitu :

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Pariwisata dan Hospitaliti secara profesional bertaraf Internasional yang berkelanjutan (High Professionalism and Sustainability), untuk menghasilkan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas dan berdaya saing tinggi (High Performance and Competitiveness);
  2. Menemukan hal-hal baru Bidang Ilmu Pariwisata dan Hospitaliti (Innovation in Hospitality and Tourism);
  3. Menjunjung tinggi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tata nilai Trisakti yang berwawasan Kebangsaan (High Brand Image and Unity);
  4. Memperluas Akses dan jejaring untuk mendukung pengembangan kerjasama nasional dan internasional (High Access and Networking).

TUJUAN

  1. Mengembangkan posisi STP Trisakti sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional yang profesional dalam penguasaan kompetensi dan ilmu pariwisata dengan memantapkan kurikulum yang senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta relevan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman;
  2. Melaksanakan pendidikan akademik dan profesional untuk membentuk dan menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap jujur dan adil, berkarakter kepemimpinan yang bijaksana, berwawasan persatuan dan kesatuan bangsa serta kemanusiaan, inovatif, mandiri, berjiwa wirausaha, mampu berperan di forum internasional, serta unggul dalam kemampuan akademik dan profesional pada disiplin ilmu Pariwisata;
  3. Mengembangkan program peningkatan prosentase jumlah mahasiswa dengan kebijakan penataan prioritas (mencakup peningkatan jumlah dan kualitas mahasiswa melalui perekrutan calon mahasiswa ber kualitas secara proaktif dan peningkatan kualitas serta relevansi bidang keahlian/program pengutamaan studi);
  4. Mengembangkan program percepatan pertumbuhan penelitian multidisiplin dalam peningkatan perlindungan HAKI dengan kebijakan pentahapan (pertama meningkatkan keterlibatan jumlah peneliti, dan kedua meningkatkan kualitas penelitian);
  5. Mengembangkan program peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat internasional dengan kebijakan meningkatkan kepedulian dan empati dalam membantu dan memberdayakan masyarakat sehingga pengalaman dan keahlian yang diperoleh dapat menjadi pelajaran bagi bangsa dan dunia internasional
  6. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang produktif, efektif dan efisien, dengan memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan merata serta menciptakan iklim dan budaya akademik kondusif sesuai dengan pedoman tata nilai Trisakti;
  7. Melaksanaan pembinaan mahasiswa dan alumni secara terpadu dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya kebanggaan dan cinta almamater serta kerjasama antar mahasiswa, alumni dan sivitas akademika;
  8. Membina dan mengembangkan kerjasama dan kemitraan institusional yang saling memberikan nilai tambah dalam bidang pendidikan tinggi dengan lembaga pendidikan tinggi, dunia industri dan masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri;
  9. Menjaga kelangsungan (sustainability) STP Trisakti dengan meningkatkan kemampuan manajemen dan kualitas sumberdaya pendidikan agar produktif, profesional, efektif, efisien, memenuhi standar nasional dan internasional serta meningkatkan terwujudnya otonomi yang bertanggung-jawab untuk keberhasilan pencapaian tujuan STP Trisakti secara optimal.

Great to know

Dengan adanya tuntutan perkembangan tenaga kerja profesional di pasar global dalam lingkup internasional, regional dan sub-regional di berbagai bidang termasuk dibidang pariwisata, dimana tenaga professional tersebut dituntut untuk memiliki kompetensi kerja yang dapat dibuktikan melalui sertifikat kompetensi yang valid dan diakui di Level ASEAN. Untuk memenuhi tantangan tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti berupaya agar para lulusan memiliki standar kompetensi baik dalam dunia usaha maupun dunia industri di ruang lingkup pariwisata yang mereka miliki melalui sistem sertifikasi profesi. Dengan adanya standar kompetensi, maka para lulusan diharapkan mampu memiliki daya saing tinggi dalam memasuki pasar kerja global.

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti mengambil suatu tindakan yang strategis, dengan turut berperan dalam mengembangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional dan Sertifikasi Profesi tenaga kerja  dengan memberikan sertifikat kompetensi kepada mahasiswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) STP Trisakti. Adapun Dokumen acuan normatif sebagai Dasar Hukum pembentukan LSP P1 Pariwisata Trisakti adalah sebagai berikut:

1

Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2

SK Mendikbud RI No: 102/D/O/1999 tertanggal 15 Juni 1999. Tentang Keputusan Perubahan Nama Akademi Pariwisata Trisakti berubah nama dan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

3

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

4

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

5

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.

6

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

7

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional.

8

ISO/IEC 17024: 2012 Conformity assessment – General requirements for bodies operating certification for persons (Penilaian kesesuaian-Persyaratan umum badan/lembaga sertifikasi personil).ISO/IEC 17024: 2012 Conformity assessment – General requirements for bodies operating certification for persons (Penilaian kesesuaian-Persyaratan umum badan/lembaga sertifikasi personil).

9

Pedoman BNSP 201 tentang Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi.

10

Pedoman BNSP 217 tentang Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Profesi.